Sunday, 28 October 2012

The Circle Of Crushed: The Love, The Cruel and The Murder 2

“Rachel-kun? Makoto? Kalian.. lagi ngapain disini?”tanya Kirarin terkejut.
“ooh! Kirarin-chan! Aku minta Makoto-kun menemaniku kesini”kata Rachel.
“jadi, kau bilang ada janji.. yaitu menemani Rachel ya?”tanya Kirarin.
“iya. Aku sudah terlanjur janji. Lagipula dia minta hanya aku saja. Jadi, mau bagaimana lagi?”kata Makoto.


“iya! Eh, kami naik dulu ya,Kirarin-chan! See ya!”kata Rachel sambil menarik tangan Makoto.
Kirarin menatap kedua orang itu. Rasa sesak di hatinya membuncah. Sejak ada Rachel. Ia merasa hubungannya dengan Makoto terganggu. ia yakin akan hal itu. Di setiap Kirarin dan Makoto sedang berdua. Rachel pasti tiba-tiba muncul. Kirarin pulang dengan hati kesal.
Di dalam kamar. Kirarin menangis. Makoto adalah cowok yang baik dan ngga bisa menolak permintaan orang lain. Ia khawatir, jika Rachel terlalu sering dekat dengannya, Makoto akan menyukai Rachel. Dan usaha Kirarin selama ini sia-sia.
»۞♥♪۞«
“pagi, Makoto! Kirarin-chan!”sapa Rachel.
“pagi”kata Makoto.
a.. apa Rachel bilang? Kenapa dia bisa panggil nama Makoto begitu?’batin Kirarin.
“hei. Rachel-kun menyapamu”kata Makoto.
“iya. Pagi Rachel-kun”jawab Kirarin singkat. Ia lega. Sepertinya Makoto belum memiliki perasaan apapun pada Rachel. Buktinya, Makoto masih memanggil Rachel dengan sebutan Rachel-kun.
Mereka berjalan ke sekolah. Rachel sesekali mengajak Kirarin dan Makoto mengobrol. Tapi, Kirarin rasa.. Rachel hanya mengajak Makoto bicara. Sebetulnya Rachel tidak mengajak Kirarin bicara. Terdengar dari nada bicaranya.
Bel jam pertama berbunyi. Bu Akiho absen hari ini karena ia sakit. Kelas diminta untuk berdiskusi. Kirarin dengan semangat membentuk kelompok. Mereka membahas tentang beberapa misteri yang belum bisa terpecahkan sampai sekarang. Perbincangan sangat seru. Apalagi wawasan Makoto cukup luas di bidang tersebut. Namun, di tengah diskusi. Tiba-tiba Rachel memotong pembicaraan.
“wah. Makoto. Kau melupakan satu misteri”kata Rachel.
“apa itu,Rachel-kun?”tanya Makoto sambil mengerutkan dahi.
“hee? Jadi kau lupa ya?”tanya Rachel.
“maksudmu apa,Rachel-san?”tanya Jushi.
Rachel hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kemudian kembali ke kelompoknya. Kirarin merasa ada yang aneh dengan Rachel. Ia yakin Rachel berusaha mendekati Makoto. Tapi, caranya aneh untuk seorang remaja yang sedang ingin mendekati orang yang ia sukai.
“menurut kalian, Rachel-kun itu aneh ngga?”tanya Kirarin tiba-tiba.
“ahaha. Kamu yang dekat sama dia masa’ ngga tau?”tanya Yaya.
“menurutku dia normal-normal saja. Apalagi dia termasuk tipe idamanku tuhh”tambah Jushi.
“kalau menurutmu gimana, Makoto?”tanya Kirarin.
“aku ngga tau..”kata Makoto.

»۞♥♪۞«

‘Charlie Homsterlin.. Charlie.. Charlie..’
Sebuah bayangan wanita berpakaian hitam mendekat. Air matanya menitik. Di sampingnya ada seorang wanita yang juga berpakaian hitam. Disusul beberapa orang lain yang juga berpakaian hitam.
‘Charlie. Bangunlah’
Tiba-tiba perempuan yang tadi menangis bangkit. Terjatuh, dan tubuhnya berlumuran darah.!
‘Charlie!!!!!’
Deg!!!!!!
Makoto terbangun. Tubuhnya penuh dengan keringat. Sudah beberapa hari ini ia selalu memimpikan hal yang sama. Makoto bangkit menuju ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. Tiba-tiba, teringat wajah Rachel.
“ada apa sebetulnya?”tanya Makoto pada dirinya sendiri.

»۞♥♪۞«

Hari ini adalah pelajaran olahraga terakhir bagi murid kelas 9 di SMP Futari. Karena, minggu depan ujian akan segera diadakan. Semua murid berenang dengan penuh semangat. Banyak yang bermain kejar-kejaran di dalam air. Kirarin sangat menikmati suasana saat berenang. Ia menyukai olahraga.
“sensei!!! teman-teman!! Rachel-san tenggelam!!!!!!!”teriak Hikaru. Salah satu siswa.
Semuanya langsung panik. Makoto segera menyelamatkan Rachel dan membawanya ke tepi. Suasana menjadi tegang karena Rachel tidak sadarkan diri. Kimura-sensei sudah memberikan pertolongan pertama. Namun,Rachel tak juga sadar. Rachel segera dibawa ke ruang kesehatan.
“biar aku yang menemaninya”kata Makoto.
Kirarin  terkejut. Ia segera bangkit.
“aku juga!!!”kata Kirarin.
Makoto dan Kirarin menunggui Rachel di ruang kesehatan. Suster bilang kalau Rachel baik-baik saja. Tak lama, Rachel sadar.
“Rachel-kun. Kamu ngga apa-apa?”tanya Kirarin.
“kepalaku agak pusing sedikit..”kata Rachel.
“kamu istirahat aja”kata Makoto.
“baiklah”jawab Rachel.
“kamu istirahat aja ya. Kami balik ke kelas”kata Kirarin.
“tunggu! Biar Makoto disini!”kata Rachel.
“eh? Kenapa?”tanya Kirarin kaget.
“ya udah. Aku yang jaga disini. Kamu balik aja ke kelas ya,Kirarin”kata Makoto.
Kirarin mengangguk kemudian pergi meninggalkan Makoto dan Rachel. Matanya sempat berkaca-kaca. Tapi Makoto tak melihatnya.
Setelah Kirarin menutup pintu, Rachel menatap Makoto.
“kamu suka sama dia,Makoto?”tanya Rachel.
“kenapa kamu tanya gitu sih?”tanya Makoto.
“jadi, kamu suka dia ya?”tanya Rachel.
“ngga. Aku hanya anggap dia sebagai adik aja”kata Makoto.
“oh. Gitu…”kata Rachel singkat.
Makoto dan Rachel tidak tau kalau Kirarin mendengarkan percakapan mereka dengan emosi yang ditahan-tahan. Benar dugaannya. Rachel pasti menyukai Makoto! Dan ternyata.. Makoto juga menyukainya!! Kirarin terduduk dan menangis dibalik tembok ruang kesehatan itu.

»۞♥♪۞«

Sejak hari itu, Kirarin selalu menghindari Makoto dan Rachel. Ia merasa hanya akan menjadi penghalang jika tetap berada di antara Makoto dan Rachel. Apalagi dengar-dengar, Makoto sering pergi ke rumah Rachel untuk belajar bersama.
Masa ujian pun telah berlalu. Kini, masa pra-kelulusan pun tiba.
Kirarin duduk sambil memainkan ponselnya. Ia melihat foto-fotonya bersama Makoto. Sebelum Rachel datang di antara mereka tentunya. Kirarin menghela nafas.
“hei,Kirarin-san!”panggil Midori.
“ehh.. ada apa?”tanya Kirarin kaget.
“kamu akhir-akhir ini jadi pemurung ya? Ada masalah?”tanya Midori.
Kirarin hanya menggelengkan kepalanya sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku roknya. Midori tersenyum dan mengajak Kirarin ke taman sekolah.
“kamu sedih ya gara-gara Makoto-san deket sama Rachel-san?”tanya Midori.
Kirarin terkejut.
“kok kamu tau?!”tanya Kirarin.
“habis.. sejak Rachel-san pindah kesini dan bareng kalian. Makoto-san jadi lebih deket sama Rachel-san.. nggak lama, kamu jadi pemurung. Dan kalo Makoto-san negur kamu, kamu pasti menghindar…”kata Midori prihatin.
Kirarin terdiam. Matanya berkaca-kaca.
“hei,Kirarin-san. Kau tau? Kalau kau lebih perhatian dengan Makoto-san. Maka kemungkinan besar kau akan lebih dilirik sama Makoto-san. Kamu nggak boleh menyerah! Kamu kan cantik..”kata Midori.
“makasih ya,Midori-san”kata Kirarin sambil mengelap air matanya.
“sama-sama. Ini kan tugasku sebagai psikolog sekolah. Hehehe”kata Midori.
Kirarin menjadi semangat berkat kata-kata Midori. Ia akan menyatakan perasaannya pada Makoto di hari kelulusan mereka nantinya.

»۞♥♪۞«

Upacara kelulusan berjalan dengan hikmat dan mengharukan. Setelah upacara kelulusan. Kirarin segera mencari Makoto. Namun, ia tak juga menemukan Makoto. Tiba-tiba, jantungnya seakan berhenti ketika melihat Makoto dan Rachel tengah berciuman di taman sekolah yang sepi. Kirarin terpaku disana.
“Rachel.. aku menyukaimu”kata Makoto.
“aku juga suka sama kamu..”kata Rachel.
“ah. Ada barangku yang tertinggal. Tunggu disini sebentar ya!”kata Makoto segera berlari. Ia tak melihat Kirarin yang tengah berdiri mematung.
“kau dicampakkan ya?”tanya Rachel tiba-tiba.
Kirarin terkejut ketika melihat Rachel berdiri di sampingnya.
“aku dan Makoto memutuskan untuk sekolah di Amerika. Yahh.. kurasa kau akan sangat sedih. Tapi, tolong sejak saat ini. Jangan pernah dekati Makoto lagi ya. Karena aku akan semakin membencimu nantinya”kata Rachel sambil tersenyum manis.
“apa maksudmu?!”kata Kirarin geram mendengar ucapan Rachel.
“bukannya dulu kau yang sudah menyakitiku? Sekarang rasa sakitku akan kamu rasakan! Ini namanya kutukan untukmu karena kau telah bersikap sangat jahat. Kau tau?”kata Rachel.
“apa?! Aku kan ngga pernah jahat sama kamu!!!!!!”kata Kirarin. Wajahnya memerah karena marah.
“kau lupa ya? Kau kan sudah pernah merebut dia dariku. Kau bahkan menggunakan cara yang sangat licik. Jadi, saat ini tolong jangan sekali-kali dekati kami. Dan jangan menyusul kami saat kami berada di bandara. Kau mengerti kan?”kata Rachel.
Kirarin segera berlari dengan berurai air mata. Hatinya seakan remuk. Ia dikhianati oleh temannya yang bahkan menuduhnya orang jahat. Ia juga merasa sakit hati yang luar biasa.
Kenapa Rachel bisa berkata sekejam itu?!


Tunggu The Circle of Crushed: The Love, The Cruel and The Murder 3!!




2 comments:

Annissa Noor Aliffah said...

Mmm...daebaaaaaak...keren deh...
Nambah penasaran kan jdnya...
siapa sih sbnrnya rachel?

Annissa Noor Aliffah said...

Pedes dah kata2nya...