Sunday, 28 October 2012

The Circle Of Crushed: The Love, The Cruel & The Murder 3

Makoto beberapa kali menelpon Kirarin. Tapi, Kirarin tak mau menyentuh ponselnya sama sekali. Ia menangis tersedu-sedu di bangku taman. Ia tak pernah sekalipun menyakiti Rachel. Tapi, kenapa Rachel bisa berkata seperti itu padanya?!
“lho? Kirarin-san?”Midori yang tengah lewat terkejut melihat Kirarin menangis sendirian.


“Midori-san….”kata Kirarin.
“aduh. Lihat matamu yang bengkak itu! Ini tisuue. Ayo, usap air matamu..”kata Midori sambil duduk dan memberikan Kirarin selembar tissue.
Kirarin mengelap air matanya.
“maaf merepotkan..”kata Kirarin.
“ngga apa-apa.. kenapa kamu nangis sendirian disini?”tanya Midori.
Kirarin menjelaskan semuanya pada Midori. Air matanya kembali jatuh. Midori mau tak mau harus menenangkan Kirarin terlebih dahulu. Setelah hampir setengah jam, barulah Kirarin tenang kembali.
“tak kusangka Rachel-san sejahat itu..”gumam Midori.
“ya.. aku bahkan ngga pernah ketemu dia sebelumnya. Gimana mungkin aku jahatin dia?”ungkap Kirarin.
“kalau menurutku sih, acuhkan saja si Rachel itu. Jangan terpengaruh. Toh, kamu kan mencintai Makoto dan ngga ada siapapun yang berhak melarang oran jatuh cinta…”kata Midori.
“jadi, menurutmu aku boleh menyatakan perasaanku?”tanya Kirarin.
sure! Why not?”kata Midori sambil mengacungkan jempolnya.
Mereka berdua mengobrol sampai tak terasa hari sudah mulai gelap. Mereka berdua pulang ke rumah masing-masing.

»۞♥♪۞«

“Kirarin.. tadi ada telepon dari Makoto”kata Ibu Kirarin saat melihat Kirarin pulang.
“ohya? Apa katanya,bu?”tanya Kirarin.
“dia bilang. Dia mau ketemu kamu sebelum dia berangkat ke Amerika..”
“di mana bu?”
“di rumahnya Rachel..”
Kirarin terkejut. Ia segera berlari ke luar. Menuju ke rumah Rachel.
“hei, mau kemana?!”kata Ibu Kirarin melihat anaknya pergi dengan tergesa.
Di depan rumah Rachel, Kirarin mengetuk pintu. Aneh, pintunya tak terkunci. Kirari n masuk.
“Rachel-kun? Makoto? Kalian di dalam?”tanya Kirarin.
Tiba-tiba lampu mati. Kirarin terkejut dan takut. Ia membuka pintu, namun ternyata pintu itu terkunci. Kirarin mencoba untuk tenang. Ia mengidupkan ponselnya sebagai pengganti senter.
“Rachel??? Makoto??”teriak Kirarin. Tak ada jawaban.
Kirarin naik ke lantai atas, menuju kamar Rachel. Tak ada siapapun juga. Ia mengitari seisi rumah dan tak ada tanda-tanda bahwa Rachel ataupun Makoto ada di sana.
Tiba-tiba, terdengar teriakan Makoto dari lantai bawah. Kirarin segera berlari ke ruang tamu di lantai bawah. Ia merasa merinding dan takut. Ruang tamu itu diterangi lilin. Dan Makoto duduk di sofa dengan posisi tangan dan kakinya diikat dan mulutnya yang ditutup dengan selotip. Rachel berdiri di depannya menggenggam sebuah arlohi yang berlumuran darah.
“Makoto!!!”teriak Kirarin.
welcome, Laurance Giannata..”kata Rachel.
“Rachel-kun?! Apa yang kau lakukan?! Apa yang sebetulnya terjadi?!”tanya Kirarin.
don’t you remember me?!”tanya Rachel dengan tatapan yang menyeramkan.
“apa maksudmu?”tanya Kirarin.
alright.. I’ll tell you what actually happen..”kata Rachel. Ia memutar jarum jam arloji di tangannya.
Tiba-tiba, kepala Kirarin menjadi sangat pusing dan tulangnya seakan meleleh.

200 tahun yang lalu…
Hari yang cerah di kota Vrenchville. Seorang wanita bergaun putih tengah menyirami kebun di halaman rumahnya. Sesekali ia bernyanyi dan menyapa orang yang lewat di depan rumahnya.
“Rachel Homsterlin! Sudah lama aku tidak mengunjungimu!”sapa seorang wanita bergaun biru.
“Laurance!! Akhirnya kau mengunjungiku!”kata Rachel. Ia segera membukakan pintu pagar rumahnya untuk Laurance.
Kedua wanita itu masuk ke dalam rumah. Duduk di ruang tamu dan berbincang-bincang melepas rindu.
“kukira kau akan sangat sibuk dengan butikmu di New York dan tak akan mengunjungiku lagi..”kata Rachel.
“tentu aku sibuk. Tapi bukan berarti aku tak akan mengunjungimu. Ohya, aku membawakanmu hadiah pernikahan”kata Laurance sambil memberikan sebuah kotak.
“boleh kubuka?”tanya Rachel.
“tentu”jawab Laurance.
Rachel membuka kotak itu. Sebuah gaun yang sangat mewah. Rachel segera memeluk sahabatnya. Di tengah pembicaraan mereka, tiba-tiba pintu dibuka. Masuklah seorang lelaki.
“ah! Kebetulan! Laurance, ini dia suamiku. Charlie Homsterlin!”kata Rachel.
“salam kenal ya. Namaku Laurance Giannata”kata Laurance.
“salam kenal. Aku Charlie Homsterlin..”kata lelaki itu.
Beberapa bulan kemudian, Rachel dan Charlie memutuskan untuk pindah ke New York atas saran dan bantuan Laurance. Charlie bekerja di butik milik Rachel.
Laurance sering berkunjung ke rumah Rachel. Rachel tentu sangat senang. Tapi, ternyata dibalik semua itu. Laurance tengah berselingkuh dengan Charlie. Charlie dan Laurance sering pergi ke luar kota berdua dengan alasan bisnis. Tentu saja Rachel tidak curiga.
Setahun kemudian. Rachel yang mulai curiga pada Laurance dan Charlie datang diam-diam ke butik saat malam hari. Dan ia terkejut ketika melihat Laurance dan Charlie tengah makan malam berdua di butik tersebut. Rachel segera mendobrak pintu itu dengan semua amarahnya.
“kalian menghianatiku!”teriak Rachel.
“tidak. Kau jangan salah paham!”kata Laurance.
“apanya?! Apanya yang salah paham?! Semua sudah jelas!!”kata Rachel. Matanya memerah karena marah dan air mata.
“Rachel…”kata Charlie sambil bangkit dari duduknya.
Rachel mengambil sebuah gunting di meja.
“jangan dekati aku!!!!”teriak Rachel.
Tapi, Charlie tetap mendekati Rachel. Dan JLEB!! Gunting itu menancap di perut Charlie.
“AAAA”Charlie menjerit kesakitan kemudian ia terkapar dengan darah yang mengalir dari perutnya.
“Charlie!!”jerit Laurance.
“cc.. char…”Rachel terbata-bata.
“lihat apa yang kau lakukan! Kau memunuh orang,Rachel!!!!!”kata Laurance.
“aku.. aku tidak bermaksud..”Rachel menangis.
“aku akan memanggil polisi!”kata Laurance.
“ja.. jangan.. Laurance..”
~~~
Suasana rumah duka itu terasa sangat mengharukan. Terlebih karena hanya ada sebuah peti, dua orang sahabat terdekat Charlie dan dua orang wanita di ruangan itu. Laurance memutuskan untuk tak memanggil polisi.
Rachel menangis tersedu di samping peti jenazah Charlie. Tiba-tiba, saat ia tengah menangis. Ia tertusuk oleh sebuah jarum suntik dan terjatuh.
“Charlie.. kau boleh bangun sekarang..”kata Lurance.
Dan Charlie terbangun dari peti matinya.
“berhasilkah?”
“ya”
………….


“aku.. ingat…”kata Kirarin. Matanya basah oleh air mata.


Tunggu The Circle of Crushed: The Love, The Cruel and The Murder 4!!





1 comment:

Annissa Noor Aliffah said...

Oowh...masa lalu yg kejam...